Berikut narasi berita yang bisa digunakan:
Gebyakan Perdana Seni Kuda Lumping Karya Budaya Meriahkan Rejomulyo
Metro — Gebyakan pertama seni kuda lumping karya budaya sukses digelar di halaman rumah Ketua RT 024, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, Provinsi Lampung. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian seni dan budaya tradisional di tengah masyarakat.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, DISPORAPAR Kota Metro, Camat Metro Selatan Bapak Kuswidaryanto, Lurah Rejomulyo Bapak Margono, S.IP., M.Si., Ketua RW 006, BHABINKAMTIBMAS Rejomulyo Metro Selatan, BABINSA Sekampung Lampung Timur, serta tokoh masyarakat Kelurahan Rejomulyo. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan seni budaya lokal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, S.I.P., M.H., secara resmi membuka sekaligus meresmikan jalannya acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Rejomulyo yang telah berupaya menghidupkan kembali seni kuda lumping sebagai warisan budaya yang sarat nilai sejarah, kebersamaan, dan kearifan lokal.
“Pelestarian seni budaya seperti kuda lumping ini sangat penting, khususnya bagi generasi muda agar tidak melupakan jati diri dan akar budayanya,” ujar Dr. Agus Muhammad Septiana.
Sementara itu, Camat Metro Selatan Bapak Kuswidaryanto menekankan bahwa kegiatan budaya semacam ini dapat mempererat persatuan warga serta menjadi daya tarik budaya di wilayah Metro Selatan. Hal senada disampaikan oleh Lurah Rejomulyo Bapak Margono, S.IP., M.Si., yang berharap seni kuda lumping karya budaya ini dapat terus berkembang dan tampil pada berbagai agenda resmi maupun kegiatan masyarakat.
Pertunjukan seni kuda lumping yang ditampilkan mendapat antusiasme tinggi dari warga sekitar. Alunan musik tradisional dan gerak tari yang enerjik menambah semarak suasana, sekaligus menjadi bukti bahwa seni tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat.
Dengan terselenggaranya gebyakan pertama ini, diharapkan seni kuda lumping karya budaya di Kelurahan Rejomulyo dapat terus lestari dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Kota Metro.

LURAH REJOMULYO BERIKAN PENGHARGAAN KEPADA 16 PARALEGAL POSBANKUM "RUKUN AGAWE SANTOSO" KELURAHAN REJOMULYO KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO 2026
18

PENGABDIAN TIADA HENTI LURAH REJOMULYO SERAHKAN 167 PIAGAM PENGHARGAAN MENJELANG PURNA TUGAS
32

DUKUNG SARANA IBADAH, KELURAHAN REJOMULYO DAN TOKOH AGAMA TERIMA HIBAH TANAH PEMBANGUNAN MASJID DARI KELUARGA ALMARHUM Bp. Hi. HADI WIYONO.
30

LURAH REJOMULYO BERIKAN PENGHARGAAN KEPADA 16 PARALEGAL POSBANKUM "RUKUN AGAWE SANTOSO" KELURAHAN REJOMULYO KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO 2026
18

PENGABDIAN TIADA HENTI LURAH REJOMULYO SERAHKAN 167 PIAGAM PENGHARGAAN MENJELANG PURNA TUGAS
32

DUKUNG SARANA IBADAH, KELURAHAN REJOMULYO DAN TOKOH AGAMA TERIMA HIBAH TANAH PEMBANGUNAN MASJID DARI KELUARGA ALMARHUM Bp. Hi. HADI WIYONO.
30

DALAM RANGKA MENYEMARAKKAN BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H / 2026 M PEMERINTAH KOTA METRO BESERTA JAJARAN MENGADAKAN KUNJUNGAN SAFARI RAMADHAN PADA WAKTU BA'DA ISYA KE MASJID YANG TERSEBAR DI 22 KELURAHAN SE-KOTA METRO
43

Pj. Sekda dan Komisi III DPRD Kota Metro Tinjau Sawah Yang Terendam Luapan Bendungan Marga Tiga di Kelurahan Rejomulyo
43

Perkuat Eksistensi, Paguyuban Karya Budaya Rejomulyo Gelar Evaluasi Gebyakan ke-3 dan Matangkan Persiapan Pentas Berikutnya
76
Jl. Kendedes 1 No.7 Kel. Rejomulyo Kec. Metro Selatan Kota Metro Metro Selatan